Senin, 11 April 2016

Tebing 15 Meter Longsor Tutupi Jalan Tol Purbaleunyi.

 

Hujan deras yang melanda Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat mengakibatkan longsor tebing di KM 118 tol Purbaleunyi, Minggu (10/4/16). Tanah dari tebing setinggi 15 meter menutup bahu jalan.

Akibat longsor tersebut, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Bandung mengalami kemacetan. Bahkan, pagi tadi pengendara dialihkan ke luar tol Jatiluhur.

Namun pada sore ini KM 118 sudah bisa dilalui meski hanya 2 lajur, sementara 1 lajur masih dalam proses pembersihan oleh petugas. Kendaraan yang melintas harus mengurangi laju kecepatan saat melewati KM 118.

informaswi selengkapnya silahkan klik disini 

Terendam Banjir, Sekolah Diliburkan Pemerintah Tak Berdaya

Minggu, 03 April 2016

TI di Kolong Tertutup Tak Berdampak Pencemaran Air


Sebenarnya kalau operasionalTambang Inkonvensional (TI) itu di suatu kolong dan airnya tidak kemana-mana tidak masalah sebenarnya. Tapi kalau airnya sudah melebar keluar itukan yang menjadi masalah, menjadi indikasi pencemaran di lokasi atau kawasan lingkungan sekitar."
Pernyataan tersebut dikeluarkan Kepala Balai Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Arbaie, Kamis (18/2/2016).
Komentar Arbaie ini diutarakan saat membahas terkait dampak pencemaran lingkungan dampak TI setelah melakukan pantauan di lapangan.
Ia mengaku, pihaknya saat ini selalu melaksanakan pengecekan sempel air sungai di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) wilayahBeltim.
Setiap tiga bulan serta enam bulan sekali pengecekan di lapangan selalu ada pengecekan.
Hasil gambar untuk gambar TI apung"Hasil pengecekan air sungai di kami, masih tergolong di ambang batas saat ini, belum ada masalah. Tapi masalah ini kami tetap melakukan tindakan, bila ada laporan dari masyarakat," ujarnya.(N5)
berita selengkapnya silahkan klik disini

Sejumlah Daerah yang Terendam Banjir di Pulau Bangka


BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah mendata beberapa kawasan yang terendam air yang terjadi di Pulau Bangka, Senin (8/2/2016), pagi.
Inilah Sejumlah Daerah yang Terendam Banjir di Pulau BangkaKasi Kedaruratan BPBD Provinsi Babael, Aswin menjelaskan, ada beberapa data yang masuk berdasarkan hasil pantauan langsung kelapangan.
Genangan air terjadi di Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Babar), dengan ketinggian air 60 hingga 65 centimeter. Di tempat tersebut ada sedikitnya 60 kepala keluarga (KK).
Di Kerantai, Puput, ikut terendam air dengan ketinggian 1,5 meter. Ada sedikitnya 100 rumah yang terendam air.
baca berita selengkapnya silahkan klik disini

Beton Tanggul Jurus Jitu Atasi Banjir Jakarta

Sejumlah Pekerja saat mengangkat besi di Pinggiran kali ciliwung, Kalibata, Jakarta, Sabtu (2/4) Pemasangan beton tanggul tersebut untuk meminimalisir banjir kiriman yang sering terjadi di kawasan tersebut. 

Sejumlah Pekerja memasang Kawat besi dan beton Tanggul di Pinggiran kali ciliwung, Kalibata, 
Pemasangan beton tanggul tersebut untuk meminimalisir banjir kiriman yang sering terjadi di kawasan tersebut. 

  pemasangan beton untuk mengurangi banjir yang terjadi di jakarta berita selengkapnya silahkan klik disini



Perairan Bintan Tercemar Minyak Hitam

Pantai Desa Berakit, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, tercemar minyak hitam. Diduga, minyak ini berasal dari kapal tanker berbendera Singapura yang tenggelam beberapa waktu lalu.
hingga minyak yang di bawa terapung di laut hingga menyebabkan pencemaran pda prerairan laut bintan.
  berita selengkapnya silakan klik disini

Aktivis Lingkungan Tolak Pembangunan Smelter Freeport di Gresik

 Aktivis lingkungan menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (6/10). Mereka menolak rencana pendirian pabrik pengolahan dan pemurnian smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.
Peserta aksi dari Komunitas Peduli Lingkungan (KOPEL) Gresik, Jawa Timur, dan Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) se-Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).
Koordiantor KOPEL Rakhman Khariry mengatakan, pembangunan smelter memperparah polusi di Kabupaten Gresik. Sebab, saat ini sudah ada ribuan perusahaan dan industri yang sudah berdiri di Gresik.

"Cerobong asap, polusi, limbah, adalah pemandangan yang tak asing lagi kita temui sebagai dampak dari industrialisasi. Apalagi ditambah rencana pembangunan smelter," kata Rakhman di sela aksi.

Menurut dia, masyarakat khawatir jika sewaktu-waktu ada kecelakaan dalam pengolahannya. Belum lagi dampak limbah merkuri yang ditimbulkan. 

"Apalagi rencana pembangunan smelter itu berlokasi sangat dekat dengan pemukiman," ujar Rakhman. (Hmb/Sun)
berita selengkapnya silahkan klik disini