Senin, 11 April 2016
Terendam Banjir, Sekolah Diliburkan Pemerintah Tak Berdaya
AMPANG - Sejumlah lembaga pendidikan
di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur diliburkan, Senin (11/4/2016).
Sebab, sekolah tersebut terendam banjir setinggi 60 centimeter seperti
yang terjadi di SDN 3 Desa Gunung Maddeh.
Pada sekolah ini banjir tidak hanya merendam halaman sekolah, namun juga merendam ruang kelas I, II dan II. Secara otomatis ruang kelas tersebut tidak bisa ditempati proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Salah seorang guru SDN 3 Gunung Maddeh Istiqomah menyatakan untuk sementara sekolah diliburkan karena terendam banjir. Di samping itu, siswa yang hadir juga hanya beberapa karena mayoritas mereka berasal dari daerah banjir.
"Sementara bebas dulu, siswa kami juga hanya beberapa saja yang hadir ke sekolah karena banjir," terang Istiqomah pada wartawan ketika dikonfirmasi.
Sementara itu, seorang siswa kelas VI Sari Wahyuni, menyatakan setiap banjir datang pasti sekolah diliburkan. Ia berharap kondisi seperti ini bisa segera berakhir agar siswa kembali belajar di sekolah.
"Sekolah sering banjir, tiap kali banjir pasti libur. Ya inginnya sekolah, tapi mau gimana," ucap Sari.
Pada sekolah ini banjir tidak hanya merendam halaman sekolah, namun juga merendam ruang kelas I, II dan II. Secara otomatis ruang kelas tersebut tidak bisa ditempati proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Salah seorang guru SDN 3 Gunung Maddeh Istiqomah menyatakan untuk sementara sekolah diliburkan karena terendam banjir. Di samping itu, siswa yang hadir juga hanya beberapa karena mayoritas mereka berasal dari daerah banjir.
"Sementara bebas dulu, siswa kami juga hanya beberapa saja yang hadir ke sekolah karena banjir," terang Istiqomah pada wartawan ketika dikonfirmasi.
Sementara itu, seorang siswa kelas VI Sari Wahyuni, menyatakan setiap banjir datang pasti sekolah diliburkan. Ia berharap kondisi seperti ini bisa segera berakhir agar siswa kembali belajar di sekolah.
"Sekolah sering banjir, tiap kali banjir pasti libur. Ya inginnya sekolah, tapi mau gimana," ucap Sari.
berita selengkapnya selikan klik disini
Minggu, 03 April 2016
TI di Kolong Tertutup Tak Berdampak Pencemaran Air
Sebenarnya kalau operasionalTambang Inkonvensional (TI) itu di suatu kolong dan airnya tidak kemana-mana tidak masalah sebenarnya. Tapi kalau airnya sudah melebar keluar itukan yang menjadi masalah, menjadi indikasi pencemaran di lokasi atau kawasan lingkungan sekitar."
Pernyataan tersebut dikeluarkan Kepala Balai Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Arbaie, Kamis (18/2/2016).
Komentar Arbaie ini diutarakan saat membahas terkait dampak pencemara
n lingkungan dampak TI setelah melakukan pantauan di lapangan.
Ia mengaku, pihaknya saat ini selalu melaksanakan pengecekan sempel air sungai di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) wilayahBeltim.
Setiap tiga bulan serta enam bulan sekali pengecekan di lapangan selalu ada pengecekan.
berita selengkapnya silahkan klik disini
Sejumlah Daerah yang Terendam Banjir di Pulau Bangka
BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah mendata beberapa kawasan yang terendam air yang terjadi di Pulau Bangka, Senin (8/2/2016), pagi.
Genangan air terjadi di Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Babar), dengan ketinggian air 60 hingga 65 centimeter. Di tempat tersebut ada sedikitnya 60 kepala keluarga (KK).
Di Kerantai, Puput, ikut terendam air dengan ketinggian 1,5 meter. Ada sedikitnya 100 rumah yang terendam air.
baca berita selengkapnya silahkan klik disini
Beton Tanggul Jurus Jitu Atasi Banjir Jakarta
Sejumlah Pekerja saat mengangkat besi di Pinggiran kali ciliwung, Kalibata, Jakarta, Sabtu (2/4) Pemasangan beton tanggul tersebut untuk meminimalisir banjir kiriman yang sering terjadi di kawasan tersebut.
Sejumlah Pekerja memasang Kawat besi dan beton Tanggul di Pinggiran kali ciliwung, Kalibata,
Pemasangan beton tanggul tersebut untuk meminimalisir banjir kiriman yang sering terjadi di kawasan tersebut.
pemasangan beton untuk mengurangi banjir yang terjadi di jakarta berita selengkapnya silahkan klik disini
Perairan Bintan Tercemar Minyak Hitam
Pantai Desa Berakit, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, tercemar minyak hitam. Diduga, minyak ini berasal dari kapal tanker berbendera Singapura yang tenggelam beberapa waktu lalu.
hingga minyak yang di bawa terapung di laut hingga menyebabkan pencemaran pda prerairan laut bintan.
berita selengkapnya silakan klik disini
Aktivis Lingkungan Tolak Pembangunan Smelter Freeport di Gresik
Aktivis lingkungan menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (6/10). Mereka menolak rencana pendirian pabrik pengolahan dan pemurnian smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.
Peserta aksi dari Komunitas Peduli Lingkungan (KOPEL) Gresik, Jawa Timur, dan Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) se-Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).
Koordiantor KOPEL Rakhman Khariry mengatakan, pembangunan smelter memperparah polusi di Kabupaten Gresik. Sebab, saat ini sudah ada ribuan perusahaan dan industri yang sudah berdiri di Gresik."Cerobong asap, polusi, limbah, adalah pemandangan yang tak asing lagi kita temui sebagai dampak dari industrialisasi. Apalagi ditambah rencana pembangunan smelter," kata Rakhman di sela aksi.
Menurut dia, masyarakat khawatir jika sewaktu-waktu ada kecelakaan dalam pengolahannya. Belum lagi dampak limbah merkuri yang ditimbulkan.
"Apalagi rencana pembangunan smelter itu berlokasi sangat dekat dengan pemukiman," ujar Rakhman. (Hmb/Sun)
berita selengkapnya silahkan klik disini
Langganan:
Komentar (Atom)






