Selasa, 10 Mei 2016

Mama Aleta Baun: Cara Kecil Lestarikan Lingkungan Bagus Sekali

Mama Aleta Baun: Cara Kecil Lestarikan Lingkungan Bagus Sekali

Aleta Baun tak menyangka kegigihan dirinya bersama masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjaga kelestarian lingkungan di kawasan hutan Mollo Utara, Timor Tengah Selatan, mengantarkan dirinya meraih penghargaan Liputan 6 Award kategori Lingkungan Hidup.
Mama Aleta sapaan akrabnya itu mengungguli 3 nominator lain.

Mama Aleta mengaku tak punya banyak keinginan. Ia hanya ingin pelestarian alam bisa berdampak positif terhadap ekosistem yang tumbuh dan berkembang.

"Saya masih kaget terpilih. Tapi yang terpenting itu, berperanlah selalu di dalam pelestarian alam di negeri kita ini. Banyak cara, cara kecil dengan membiasakan dalam kehidupan sehari-hari saja itu sudah bagus sekali," Mama Aleta kapada Liputan6.com sambil memegang penghargaan Liputan 6 Award  di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia, Jalan Gajah Mada No. 111, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2013).

Dengan rendah hati Ia berpendapat nominator lai juga orang-orang yang mempunyai keunggulan yang luar biasa.

"Nominator lain itu juga orang hebat semua," imbuh Mama Aleta berita selengkapnya bisa klik disini

 

Terbakarnya hutan pelewan di riau

Asap mengepul dari hutan yang terbakar di Kabupaten Pelalawan, Riau. Kebakaran lahan dan hutan ini telah merusak kelestarian lingkungan hidup dan mencemari udara.(Antara) berita selengkapnya bisa klik disini

Revalina S Temat Rela Panas-Panasan Demi Melestarikan Lingkungan

Revalina S Temat Rela Panas-Panasan Demi Melestarikan Lingkungan

Menjadi duta lingkungan hidup menjadi kebanggaan bagi artis Revalina S Temat. Pasalnya, segala kegiatan positif pastinya akan sering dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan. Revalina pun rela berpanas-panasan demi menjaga lingkungan hidup.

"Iya harus siap panas-panasan, yang penting kan pakai sun block. Saya cukup bangga karena ini merupakan kegiatan yang positif, kegiatan sosial  agar kita lebih cinta kepada sesama dan alam sekitar. Sayang saja, apa yang kita sudah punya disia-siakan dan nggak dijaga untuk kedepannya. Saya bangga bisa bergabung di AMM Berdedikasi ini," kata Revalina saat ditemui di acara kampanye penanaman pohon di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2013).
ketua BPK, Ali Masykur Musa memang sebagai pihak yang menggagas AMM Berdedikasi. Dirinya juga berharap, setiap masyarakat bisa terlibat untuk  peduli terhadap lingkungan. Dengan menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, kata Ali, dapat menjadi pelajaran buat anak cucu di masa yang kan datang.

"Siapa saja boleh bergabung. Ini semua demi anak cucu kita, karena kita tidak boleh serakah dengan menghabiskan alam sekitar, hutan dan energi yang ada.  Anak cucu kita juga perlu kan menikmati alam Indonesia, yang menurut saya merupakan serpihan surga," kata Ali.

Ali Masykur juga menjelaskan soal pemilihan Revalina. Menurutnya, mantan kekasih Panji Trihatmodjo itu memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan.

"Ini memang subjektif saya karena saya memang kenal dia, dia juga orang NU. Film-film yang diperankan oleh Reva banyak mengangkat masalah etnik dan moral. Salah satu filmnya, Perempuan Berkalung Surban. Buat komunitas santri, muslimah, itu mengena," pungkas Ali.(Adt) berita selengkapnya lansung klik disini

 

 

Wayan Putut, Nelayan Sederhana Pelestari Lingkungan

Wayan Putut, Nelayan Sederhana Pelestari Lingkungan,

 Denpasar - Para nelayan di Pulau Serangan, Denpasar, Bali, sekarang punya kegiatan rutin, membangun tempat pembibitan terumbu karang.
Bukan hanya itu, kelompok nelayan Serangan juga memiliki penangkaran kuda laut dan telah melepas ribuan kuda laut ke laut lepas. Sosok di belakang kegiatan pelestarian lingkungan itu adalah seorang nelayan sederhana setempat, I Wayan Patut.
Saksikan bagaimana I Wayan Putut melestarikan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya dalam Sosok Minggu Ini yang ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Minggu (14/2/2016). berita selengkapnya bisa lansung klik disini

 

Minggu, 24 April 2016

Camat Pangkalan Baru Minta Masyarakat Hentikan Pengrusakan Lingkungan Rabu, 20 April 2016 21:01

Camat Pangkalan Baru Minta Masyarakat Hentikan Pengrusakan Lingkungan

Rabu, 20 April 2016 21:01

Camat Pangkalan Baru Minta Masyarakat Hentikan Pengrusakan Lingkungan
bangkapos.com/dok
Suasana bukit mangkol Desa setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu yang merusakan beberapa jembatan menuju ke arah Bukit Mangkol Desa Pedindang Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Senin (18/4/2016). 
    BANGKA TENGAH - Camat Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Suwarno berharap masyarakat lebih memperhatikan lingkungan memandang banjir beberapa kali di tahun 2016 ini.
Dari itu, dirinya berharap masyarakat untuk menghentikan aktifitas yang dapat merusak lingkungan.
"Memang bukit merupakan daerah resapan air, untuk wilayah kita yang masuk bukitnya yaitu bukit Pau dan bukit Kejora. Untuk bukit Mangkol masuk Kecamatan Simpang Katis," ungkap Camat Pangkalan Baru, Suwarno saat ditemui di kantornya, Rabu (20/4/2016).
Menurutnya, bahwa kedua bukit di wilayahnya tersebut telah masuk ke dalam taman hutan rakyat (Tahura) dan kawasan konservasi sejak dua tahun lalu.
"Jadi memang ada yang dapat digunakan bagi masyarakat, namun memang dalam konteks sesuai aturan kementerian kehutanan," tegasnya.
Terkait, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bukit di wilayahnya, dirinya menyerahkan langsung kepada pihak Bappeda Selengkapnya silahkan klik disini

 

Pemkab Bateng Akan Membuat Kolong Retensi

Pemkab Bateng Akan Membuat Kolong Retensi

Ada Endapan Pasir Dilakukan Pengerukan Normalisasi Sungai Pedindang
Kepala Desa Terak Muhamad Riwan saat bertemu Kabag Humas PT Timah Reni Hutagalung di Kantor Desa Terak Kecamatan Sumpang Katis Bateng
BANGKA TENGAH -- Pengerukan alur sungai Pedindang dari Desa Terak - Desa Pedindang sudah dilakukan satu minggu lalu.
Pengerukan dilakukan karena alur sungai tersebut ada sendimentasi pasir.
Kalau pengerkan sungai betul-betul dirasakan akan terlihat.
"Adanya pengerukan dan normalisasi di alur sungai pedindang, agar tidak ada lagi bencana banjir yang hebat," jelas Muhamad Riwan Kepala Desa Terak kepada bangka pos.com, Rabu (20/4/2016).
Dikatakan Muhamad Riwan, pendangkalan yang terjadi di alur Sungai Pedindang akibat arus air yang kuat.
Bahkan menurut Muhamad riwan tidak ada saling tuduh menuduh adanya banjir.
Sehingga kata Muhamad Riwan, adanya bantuan dari PT Timah maka pengerukan ataupun normalisasi alur sungai dapat terbantu. slengkapnya silahkan klik disini
Laporan Wartawan Bangka Pos, Agus Nuryadhyn
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengerukan alur sungai Pedindang dari Desa Terak - Desa Pedindang sudah dilakukan satu minggu lalu.
Pengerukan dilakukan karena alur sungai tersebut ada sendimentasi pasir.
Kalau pengerkan sungai betul-betul dirasakan akan terlihat.
"Adanya pengerukan dan normalisasi di alur sungai pedindang, agar tidak ada lagi bencana banjir yang hebat," jelas Muhamad Riwan Kepala Desa Terak kepada bangka pos.com, Rabu (20/4/2016).
Dikatakan Muhamad Riwan, pendangkalan yang terjadi di alur Sungai Pedindang akibat arus air yang kuat.
Bahkan menurut Muhamad riwan tidak ada saling tuduh menuduh adanya banjir.
Sehingga kata Muhamad Riwan, adanya bantuan dari PT Timah maka pengerukan ataupun normalisasi alur sungai dapat terbantu.

 

Peringati Hari Bumi, Relawan Kawan Erzaldi Tanam Pohon

Peringati Hari Bumi, Relawan Kawan Erzaldi Tanam Pohon

Jumat, 22 April 2016 21:34

Peringati Hari Bumi, Relawan Kawan Erzaldi Tanam Pohon

pangkalpinang -- Kelompok pemuda yang tergabung dalam Relawan 'Kawan Erzaldi' melakukan aksi simpatik bersih-bersih kawasan hutan Pelawan.
Mereka memunguti sampah yang ada di hutan lindung itu. Aksi dilakukan untuk memperingati Hari Bumi tahun 2016, Jumat (22/4/2016).

‬‪"Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk kembali kepada alam. Karena bumi ini ada untuk kita jaga kelestariannya," ujar Koordinator Kawan Erzaldi, Arpandi.‬

‬‪Selain membersihkan kawasan Hutan Lindung Pelawan, mereka juga menanam pohon sebagai tanda kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.‬ selengkapnya silahkan klik disini